Jumat, 20 Juli 2018

# traveling

Wisata Sejarah ke Museum Letjen Jamin Gintings

 Ayok Wisata Sejarah ke Museum  Letjen Jamin Gintings  ~ kenapa saya bilang ayok karena sedikit dari kalangan anak muda yang malas untuk mengunjugi tempat - tempat bersejarah terkadang lebih memilih mall, atau tempat tongkrongan lainnya.

Museum Jamin Ginting's
Museum Jamin Ginting's

Museum  Letjen Jamin Gintings diresmikan pada tanggal 7 September 2003 oleh Mentri Pertahanan Bapak Purnomo Yusgiantoro. Museum ini berada di desa Suka Kecamatan Tiga Panah Tanah Karo. bentuk museum ini juga sangat unik berbentuk seperti kulit kacang filosofinya  terinspirasi dari perjuangan letjen. Jamin Gintings dengan makna terus melindungi isinya meskipun panas terik matahari menyengat di siang hari sepeerti Letjen. Jamin Ginting yang tetap terus berjuang melindungi bangsa dan tanah airnya, meskipun aral rintangan menerpa, cucuran peluh dan darah menyatu dalam derap langkah perjuanganya, namun beliau tidak pernah bergeming untuk tetap terus berjuang melindungi dan membela tanah kelahirannya. (sumber: Museum Jamin Ginting)

Untuk menemukan museum ini gak terlalu sulit karena disetiap persimpangan jalan ke lokasi Museum  Letjen Jamin  Ginting's,  Hal pertama yang ane rasakan masuk kawasan museum ini terasa hawa mileternya,  yang lebih asik masuk musem ini gak mahal hanya dengan membayar Rp 5.000 bisa keliling puas di lokasi ini, untuk perlu diingat museum ini weekend buka ya tutupnya hari Senin

Museum Jamin Ginting's
awal masuk museum Jamin Ginting's
Museum ini  lumayan cukup luas jadi, siapkan energi ya gaes. Awal masuk museum ini kita disuguhkan dengan kakak penjaga serta kita menuliskan  buku tamu, Museum ini terdiri dari dua lantai yang tersimpan barang - barang koleksi dari peralatan hidup suku Karo, alat tenun, sepasang pengantin dengan menggunakan pakain lengkap karo dan aksesoris,  gung karo, rumah adat karo, dilantai pertama, serta barang koleksi  Letjen Jamin Ginting's  seperti buku - buku peninggalan, tas, pakaian, dan poster - poster perjuangan beliau dilantai kedua, di sediakan tangga khusus bagi pengguna kursi roda disebelah tangga untuk naik lantai kedua, museum juga menyediakan kursi roda.

pakaian adat Karo
pakaian adat Karo 
Pada Pakaian pria yang digunakan adalah Bulang, Rudang, Sertali rumah rumah kitik,  Baju putih, Jas, Ulos beka buluh, Sertali rumah - rumah, selendang songket, Gelang sarung, Ulos Gatip, celana, dan dasi. Sedangkan pada pakaian wanita Ulos beka Buluh, Kelam- kelam, sertali layang - layang kitik, tudung raja mehuli, kebaya, sertali rumah - rumah, ulos nipes, songket.
Dapur tradisonal Karo 

Dapur tradisional Karo ini sampai sekarang masih digunkan pada masyarakat Karo hal ini bisa kita jumpai kekampung-  kampung yang berada di Tanah Karo digunakan sebagai masak air  dan lainnya.

kalau main ke Tanah Karo jangan lupa juga singgah Namo Karang 

Sedangkan di lantai dua kita disuguhkan dengan barang - barang peninggalan Letjn. Jamin Gintings menelusuri beberapa benda membuat ane mengenang bagaimana perjuangan beliau, sayangnya buku peninggalan beliau dikunci didalam lemari kaca mungkin agar tidak eusak ketika dibaca pengunjung karena ini barang peninggalan sejarah sehingga pengunjung hanya bisa membaca cover saja.

tas dinas letjen. Jamin Gintings
sedangkan dibelakang area Museum ini tersedia cafe untuk beristirahat dan menyantap  makanan tapi jang lupa bayar ya gaes, ada juga  stand untuk oleh - oleh jika ingin membeli souvenir dari museum ini. Pada bagian depan  museum terdapat kendaran kendaran perang (tank perang) yang terdapat pada sisi kanan dan kiri serta didepan tugu museum  Jamin Gintings ini.

sisi sebelah kanan di depan museum 


pada bagian depan


Oke Gaes jangan lupa kalau  jalan - jalan ke Tanah Karo singgah di Musem Letjen Jamin Gintings


12 komentar:

  1. Wah bagus ini menambah jalan2 yg menambah pengetahuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak jadi liburan sambil menambah wawasan itu lebih asyik loh kak

      Hapus
  2. wah, sepertinya seru ke sana ya,tapi sepertinya engga ada ya kendaraan umum yang menuju kesana? siapa tau ada kan kasi tau dong, mana tau bisa ke sana naik kendaraan umum..

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk kendaraan ada tapi harus nyambung nyambung dan berhenti di persimpangan jalan teros lanjut lagi, bg mau dari mana biar faiz kasih tau angkutan umumnya

      Hapus
  3. Ini cocok utk alternatif tujuan wisata di tanah karo ya. Selama ini kita taunya brastagi aja. Ternyata byk tempat lain yg kurang terekspos.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa kak banyak diantara kita yang gak tau,jalan - jalan sambil belajar peninglaan sejarah kan kk

      Hapus
  4. Keren.
    Ide desain museumnya dari kulit kacang ... , penataan ruang museumnya juga rapi,ya. Kesannya modern.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya keren banget sayangnya masyarakat masih kurang tau adda lokasi museum, mungkin kurangnya informasi ya

      Hapus
  5. wah, bisa jadi salah satu tujuan kalo ke sumatera utara. saya suka maen ke museum juga mba. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, calling aja mana tau bisa meet up, cakep mbak traveling sambil belajar

      Hapus
  6. Museum unik bangunannya. Masyarakat karo terjaga tradisinya.

    Oh ya itu tas boleh juga dan awet lagi. Barang langka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mpok, terjaga iya masih banyak lagi barang barang langka lainnya dan masih terjaga barang barang peninggalan letjen jamin ginting

      Hapus

Follow Us @faizah_elzafa